Prihal Beragama

Perihal beragama, adalah bukan sekedar meyakini. Merasakan, mengalami, menyatakannya dalam karya, dan membagikan adalah beragama.

Bukan timbul dari rasa takut, karena ketika aman, maka akan ditinggalkan. Bila kita membagikan agama yang timbul karena rasa takut, maka kita akan menjadi penyebar kengerian dan terror.
Bukan timbul karena suatu keinginan dan usaha untuk mengabulkannya, karena ketika hasrat kita tak kesampaian, maka akan ditinggalkan. Bila kita membagikan agama yang timbul karena imbalan pahala, maka kita akan menjadi tak lebih dari pedagang yang sedang menjual barang-barang.
Bukan timbul karena kewajiban atau rasa terimakasih, karena ketika hak tidak diberikan, maka akan ditinggalkan. Bila kita membagikan agama yang timbul karena rasa kewajiban, maka kita tengah mengajarkan ketidaktulusan.

Agama adalah mengenai cinta, kerelaan dan pengorbanan, kerinduan perpisahan dan perjumpaan, tentang sukacita dan bahagia. Bila kita membagikan agama, kita membagikan cinta dan kebahagiaan. Kita berbelaskasih bukan menghakimi. Kita mengapresiasi bukan menilai. Sorak sorai gembira kita bukan karena bahagia tapi karena melihat kebahagiaan. Sedih hati kita bukan karena derita tapi karena yang lain berduka. Berpesta bukan karena mendapat nikmat surga, namun karena merasakan kesejukannya bahkan di tengah api neraka. Pesta orang beragama adalah pestanya setetes hujan yang jatuh di padang gurun.

Beragama adalah perihal mencintai dan berbahagia. Orang yang beragama adalah kerabat dekat sang mempelai dalam pesta perkawinan. Yang berbahagia demi membawa kebahagiaan ke tengah-tengah keluarga, ke dalam dunia. Demi ini dia memberi bukan dihadiahi. Dalam pemberian dia memperoleh kelimpahan, dalam pengorbanan dia memperoleh kepenuhan, dalam persembahannya dia memperoleh kesempurnaan.

Beragama adalah belajar menjadi kayu bakar demi hidup api unggun yang menghangatkan para pengembara yang tersesat, kedinginan di hutan beku. Membantu sedikit mengobarkan nyalanya, sekalipun di akhir yang tersisa hanya abu… hanya abu

Oleh : Venkateshwar Rangarajadasan

Cara Mengucapkan Aksara OM

Brahman, Atman juga Matahari adalah hubungan antara Nada, Gema dan Aksara Suci. Aksara suci tersebut adalah Om-kara. Menggemakan dan mengucapkan OM disaat sembahyang atau bermeditasi bayangkanlah Jantung anda atau Matahari sebagai OM itu sendiri. Mungkin anda bertanya dalam hati, kenapa membayangkan Jantung atau Matahari?

ini semua karena Brahman atman aikyam, Tuhan dengan atman itu tunggal. Atman adalah penyebab dan pengendali setiap makhluk hidup. Atman yang berada diluar memberi jiwa pada Matahari sekaligus sebagai tempat penampakan wujud-Nya yang semu. Atman yang berada didalam diri setiap makhluk khususnya manusia adalah wujud yang tidak nampak. Wujud ini berupa Atman Nafas yang keluar masuk tubuh melalui pernafasan, Beliau bersemayam didalam Jantung. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Jantung dengan Matahari adalah tunggal. Matahari adalah pusat susunan tata surya dan pusat waktu terbesar untuk pengatur alam semesta (kosmos) dan Jantung adalah pusat waktu berskala kecil yang menentukan hidup mati seseorang ( alam kosmis). Sesungguhnya segala yang ada pada alam kosmos ada pula dialam kosmis. Dengan demikian bagi yang menyadari dirinya bahwa tubuh kecil ini adalah bagian dari tubuh yang besar itu, dan bagi orang yang telah menyadari keadaan tersebut setidaknya mereka mampu memanfatkan yang lebih besar itu untuk keperluan yang positif.

Untuk menggemakan pranawa Om / Ong anda awali dengan menarik nafas (mencari Nada lewat udara ) dan saat menahan nafas diperut, ikutilah dengan sedikit memejamkan mata dan konsentrasikan pikiran pada daerah Dahi (otak besar) kemudian bayangkan bulatan Matahari kecil (Windu))pada tengah otak tepatnya di kelenjar Pineal. Setelah sedikit saja terbayang sekarang anda ikuti dengan pengucapan  suara “O” panjang seperti berbisik, sambil mengucapkan suara “ O “ tuntunlah dengan pikiran bayangan tadi menuju daerah Ajna (diantara kedua alis), rasakan kecepatan getarannya, dari titik Ajna menyebar kesamping kanan-kiri agak naik menuju ujung luar kedua alis / pelipis membentuk Arda-Chandra (bulan sabit), setelah dirasa sampai pada ke dua pelipis tariklah kembali menuju titik tengah namun agak dibawah (pangkal hidung atas) selanjutnya cepatlah bawa turunmelalui hidung dan niatkan memasuki pangkal lidah langsung ke ujung lidah, begitu sampai di ujung lidah tutuplah bibir dengan Aksara “M” secara pelan, sehingga Aksara “O” yang diucapkan panjang tadi menggetarkan “M” dan terdengarlah gema Ooommmngng. Gema yang digetarkan tadi apabila sesuai dengan resonansi getaran kelenjar Pineal Anda (setiap orang berbeda) maka gema tersebut akan kembali terdengar dan terasa menggetarkan kelenjar Pineal anda seperti dengungan travo neon listrik, kemudian keluar melalui ke dua telinga menuju ke atas dan menyatu di ubun-ubun. Bila telah dirasakan hal seperti ini, berarti anda telah mampu menguasai gema Om yang nantinya dapat digunakan untuk keperluan permohonan kepada Tuhan atau kedua mantra Suci diatas lebih bertujuan untuk menyatukan diri dengan Atman ataupun Brahman sehingga anda lebih meyakini adanya Atman / Roh ataupun Brahman / Tuhan Yang Maha Esa.

sumber :
ww.tejasurya.com

The God Within

God is never an object of isolation but the very core of your being. The difference between Self and God is just like the wave and the ocean. Can there be a wave without the ocean?

Who are you? Do you know about yourself? Find out about yourself first. If you think you are just the body, that is not possible because the body has its limitations. If you think that you are the mind then that is also not possible because the mind too has its limitations. It is just another layer of our existence. If you know that you are Silence or that you are Space, then it is possible God is also space.

Just like your body is made up of proteins, amino acids and carbohydrates, your mind and soul are made up of love. You are made up of love. Everyone is full of love and love is God. So you are made up of God! Every little atom of your body is made up of love and that is what is God. Do not think God is sitting somewhere in heaven. God is here and now!

God is not somebody with a big white beard, sitting in heaven. God is love. He is space. When you are meditating, when you feel at peace, at home with everyone, you are in touch with the Divine force. Can you live without love? In the Upanishads, it is said kham kham brahma - the space is God, in which every thing is and into which everything dissolves.

What is not God? What is the definition of God, if at all there is one? You describe it as that which is everywhere; which is all-powerful, which is responsible for this creation, for its maintenance, and for its dissolution; which is Omnipresent, Omnipotent, and Omniscient. You say, “I want to see God”. When you want to see God as something, as an object, then it is not everywhere. Then you are not God. This wanting to see God as separate from you is also an illusion. God is not an object of senses, but the feeling of feelings, the presence of presence, the sound of silence, the light of life, the essence of the world and the taste of bliss.

Just as love is felt in the heart, so is God’s presence felt. God is never an object of isolation. God is the sum totality. When you dissolve, God remains. When you are there, there is no God. Either you can be there, or God can be there, not both. So when you meditate, you become one with God. You are God. That is why it is said, Tat tvam asi, meaning, ‘Thou art that.’

God is to be felt in the depth of your heart. God can neither be perceived through your senses nor through the mind. God is the seer himself. Who sees? That is God. Space is God. Space is everywhere, and everything is in space. Nothing can touch space. Nothing can destroy space. And you cannot see space as a separate object.

There are three types of space: Bhuta Aakash: Outer space in which all this universe exists, Chitta Aakash: The world of impressions, thoughts, and dreams that exist in your mind, and Chida Akaash: The sky of consciousness that is all permeating, everywhere; the consciousness, the basis of all creation, that is Divine - that which knows all.

You cannot make God an object of your sight. If you make it that, then it is no more God. You can live God, can be God, but you cannot consider God as an object which gives you the path.

The whole existence has a mind of its own. It is just like you. You have a mind and it has such intelligence, that’s why it keeps everything orderly. Similarly, this moment is seen by this big mind. This moment knows exactly what to do. There are so many activities happening in the whole creation. Right now, some people are sleeping, some are waking, some activity or the other is happening in the whole world. Right now enormous activity is happening in the mind, in the present. In the Now! This mind is what you can call Atma or God and that is what you are.

The one beyond the Self is God. First one needs to reach the Self at least. The difference between Self and God is just like the Wave and the Ocean. Can there be a wave without the ocean?

GOD is the Generator, Operator and Destroyer (Brahma, Vishnu and Maheshwara). The present moment has generated; the present moment is operating; and the present moment destroyed the past. So you are in God and God is in you. There is a place for everybody in the heart of the Divine.

The mind is so used to looking to the concrete and promises that it cannot appreciate something abstract. Then the mind needs promises. When you love somebody, you want a promise from them that they really love you. That is why Jesus says, “I am partially exposed so you will know what I’m saying to you. You just know me partially, and there is a big part of me that you do not know.”

If you are inside the house, the doors do not mean much to you. You do not need the door to be closed or open when you are already inside the house or inside the room. When you are not inside the room, you need the door to be opened. Jesus said, “You have burned enough in the sun, in the heat. You have roamed all over the place. Just come inside; this room is ready for you.” This is the confidence that a master gives you.

You do not believe what you do not know. You say that you do not believe in God. God is the very core of your being. Like an onion, if you start peeling the layers one by one, when you reach the center, there is nothing. Everything is made up of that space. The whole is God, everything is God and that consciousness is present everywhere. I am present here, I am present there, I am present everywhere. That being, that space, the very consciousness is what people have called God because it is present everywhere at all times. It is to that omnipresence, that omnipotence that all the different names have been given.

You can look at it this way. In the body there are many cells and each of them has its own life. New cells are coming up and old cells are dying but they have no knowledge of you. Yet, these cells are affected by you and you are affected by a single cell. In the same way, know that the big life and the big mind, which encompasses all our minds and all our lives, is what we can give the name - God. It is useless to find a meaning. A flower blooms. What is the purpose of beauty? You may say that it is to enjoy. What is the purpose of joy? There is no purpose to joy, it is an end in itself.

Life, when it is lived in its totality, is an end in itself and a beginning in itself. Love, joy, beauty, all that is precious and valuable in life, are really beyond value, beyond meaning, beyond purpose.

from http://www.srisri.org/god_within.html

Pilihan Sang Kumbakarna

Kumbakarna

Kumbakarna

Semeton, masih ingatkah dengan kisah Itihasa Ramayana tentang Sang Kumbakarna? Ia adalah adik dari Dasamuka Rahwana. Dikisahkan ketika Alengka diserang oleh pasukan kera pimpinan Sang Rama memporak-porandakan Alengka. Hanuman telah membakar seluruh Alengka setelah menyampaikan pesan Rama kepada Dewi Shinta. Rahwana kemudian mebangunkan dan meminta bantuan adiknya, Kumbakarna.
Kumbakarna digambarkan sebagai sosok yang besar, menyeramkan dan dalam pewayangan terkadang Ia adalah sosok wayang yang paling besar (ada yang mencapai 1.5 meter). Ketika terbangun dari tidur panjangnya dan mendengar bahwa selama tertidur Ia mendapati negaranya telah hancur oleh pasukan Kera pimpinan Rama.
Kumbakarna adalah sosok bijaksana, nasehat Kumbakarna kepada sang kakak Rahwana tidak digubris sama sekali. Rahwana tetap bersikeras akan melawan Rama meskipun Kumbakarna telah menasehati sang kakak bahwa tidaklah mungkin menang melawan Sang Kemenangan itu sendiri. Karena Rama adalah titisan Wisnu.
Kumbakarna, demi cintanya kepada negara, bersumpah akan melawan dan membela negaranya untuk melawan pasukan pimpinan Rama. Ia berkata bahwa “yang saya bela adalah tumpah darah saya, leluhur saya dan bukan keinginan kakak Rahwana”. Sebelum berperang, Ia sampaikan pesan ini ke Rama bahwa semangat cinta negara lah yang membawanya ke medan tempur. Ia gugur sebagai seorang ksatria. Ia gugur membela negara dan bukan kepentingan sang kakak Rahwana.
Kumbakarna dan Nasionalisme
Semeton, Weda berkata bahwa Weda takut akan kebodohan. Weda menyarankan untuk membaca dan memahami Itihasa Ramayana dan Mahabarata sebelum melanjutkan membaca Weda. Sari dari Itihasa sangatlah luar biasa. Kisah cinta negara dari Kumbakarna diatas adalah contoh perilaku yang mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi.
Kumbakarna, hanya tempatnyalah ada di sisi yang buruk tapi hatinya tetap seorang ksatria. The right man at the wrong place. Ungkapan tadi sepertinya terlalu ekstrim untuk melukiskan kepribadian sang Kumbakarna.
Apa yang bisa kita pelajari dari Sang Kumbakarna? Silahkan semeton renungkan soang-soang. Hari Contreng sudah dekat. Pilihlah pemimpin yang Pandita-Giri-Jaya-Nangga-Aji layaknya Pandawa.
Selanjutnya, kisah Sang Wibisana…

Rahajeng Rahina Nyepi

KOSONG

KOSONG

Rahajeng Rahina Galungan lan Kuningan

Rahajeng Rahina Galungan lan Kuningan

Rahajeng Rahina Galungan lan Kuningan

Yoga

Yoga

Yoga

“Bagaikan bulan dalam tempayan air. Seperti itulah Tuhan menampakkan dirinya kepada orang yang melakukan Yoga.” (Paramhansa Yogananda)

Kata Yoga berasal dari bahasa Sansekerta “Yuj” yang artinya “mempersatukan” yaitu penyatuan antara Atman ( body, mind, and spirit ) and Brahman ( the intelligent cosmic ). Dari pengertian itu bisa disimpulkan Yoga adalah usaha yang kira lakukan untuk menyatukan diri dengan Hyang Widhi. Pernyataan ini bukan berarti “penyatuan” Tuhan dan manusia secara fisik, namun kesadaran. Sebenarnya bukannya Tuhan yang terpisah dari manusia, tapi manusialah yang memisahkan diri. Ketidaktahuan (avidya) yang menjadi sebab terjadinya pemisahan antara manusia dan Tuhan. Jenis penyatuan ini sulit untuk diwujudkan. Namun, tiap usaha walaupun kecil tetap ada manfaatnya. Penyatuan ini seperti sungai menuju ke samudra yang kemudian lenyap meninggalkan nama dan bentuknya.  Yoga juga merupakan explorasi terhadap diri sendiri, sehingga dapat memaksimalkan segenap potensi diri yang belum dikenali, yang sebetulanya sangat luar biasa. Yoga menuntut pengalaman langsung. Tidak hanya berkutat pada pengetahuan saja, sebagaimana kaum cendekiawan, berolah pikir dan berdebat tentang Tuhan, alam dan manusia, tapi tidak pernah sampai pada pengalaman yang lebih jauh tentang alam, manusia, dan Tuhan.

Banyak yang mengira Yoga hanyalah olah tubuh dalam bentuk yang menyerupai senam ( Jenis Hatta Yoga), tapi sebenarnya ada beberapa jenis Yoga yang bisa dipraktekan dalam mencapai “Penyatuan” tadi. Secara garis besar dapat dibedakan dalam empat macam, yaitu Bhakti Yoga, Jnana Yoga, Karma Yoga, dan Raja Yoga. Adapun Mantra Yoga, Japa Yoga, Hatha Yoga, Kundalini Yoga, dll. dikatagorikan sebagai Yoga hasil dari pengembangan. Namun semua perbedaan terjadi hanya pada penekanannya saja, adapun tujuannya sama.

Jnana Yoga, merupakan yoga yang dilakukan dengan penekanan pengetahuan. Praktisi yoga ini beranggapan bahwa kebodohan (avidya) merupakan penyebab utama terjadinya kesalahan dan kelalaian. Terhapusnya kebodohan, maka terhapus pula kemiskinan, ketidakadilan, kesewenangan, serta kerusakan alam semesta. Dengan demikian semakin damai dunia. Semua itu dikarenakan manusia tahu akan hakekat dirinya. Manusia yang tahu hakekat dirinya, maka dia akan tahu hakekat Tuhannya.

Karma Yoga, merupakan yoga yang dilakukan penekanan pada tindakan. Para praktisinya selalu memperhatikan segala sesuatu yang diperbuatnya, sehingga tidak menimbulkan karma yang membawa pada penderitaan. Para praktisinya tidak pernah mengeluh menghadapi masalah kehidupan. Semua masalah dipandang merupakan akibat dari karma yang telah dibuatnya, maka harus diterima dan dihadapi sebagai pendidikan dan kasih sayang Ilahi.

Ada praktisi Yoga yang menyatakan “Orang yang berbahagia adalah orang yang mampu melampaui Karma”, magsudnya adalah orang yang sudah tidak terpengaruh lagi dari akibat yang timbul dari karma, baik itu akibat dari karma buruk (penderitaan) maupun karma (kesenangan) yang telah dipebuatnya. Semua akibat itu (baik dan buruk) diterima apa adanya.

Konsep ini banyak disalah-pahami sebagai konsep hidup pasif, padahal konsep ini justru membawa manusia menjadi aktif dalam menghadapi kehidupan. Karma Yoga mengajarkan pada manusia untuk menghadapi dan menyelesaikan persoalan, bukan melarikan diri dari persoalan. Praktisi Karma Yoga tidak pernah melarikan diri dari masalah. Melarikan diri bukan solusi, tapi justru menimbun masalah dan membuat masalah baru. Masalah tidak akan pernah hilang, yang ada hanyalah penundaan dan penumpukan. Untuk menyelesaikannya, mau ataupun tidak, suka ataupun terpaksa, semua harus dihadapi.

Entah kapan, yang jelas semua persoalan perlu penyelesaian. Banyak penderita stress, bahkan yang bunuh diri, dikarenakan tidak mau menerima suatu persoalan sebagai kenyataan dan menyelesaikannya, kemudian melarikan diri tanpa mau menghadapi dan menyelesaikannya.

Bhakti Yoga, merupakan yoga yang dilakukan dengan penekanan pada bakti kepada Tuhan, yaitu melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Tuhan. Semuanya dilakukan dengan cinta tanpa memiliki pamrih apa pun (termasuk ingin masuk sorga). Kecintaan praktisi Bhakti bermakna luas. Bukan hanya pada Tuhan, namun juga pada semua ciptaanNYA. Mencintai ciptaan merupakan manifestasi dari mencintai Sang Pencipta itu sendiri. Cinta seorang Bhakta tidak membeda-bedakan ras, suku, bangsa, dan Agama. Tidak membenci yang miskin maupun yang kaya, yang indah maupun yang buruk, yang pintar maupun yang bodoh, yang beriman maupun yang kafir.

Raja Yoga, merupakan yoga yang dilakukan dengan menekankan pada pengendalian pikiran. Dengan mengendalikan pikiran, maka terkendali pula semua indra-indra manusia. Hasil dari semua itu disebut Moksatam Jagat Hita(Hd), Pencerahan (Bd), Manunggaling Kawula Gusti (Jw.). Makrifatullah (Is.). Apapun namanya, bukan suatu masalah yang patut diperdebatkan. Yang terpenting adalah hasil yang sama. Bagi praktisi Raja Yoga, praktek Hatha, Japa, Mantra, Kundalini, dsb. bukanlah sesuatu yang terpisah.

-dari berbagai sumber-

Untuk itu dengan tulisan ini diharapkan Krame Banjar memahami apa yang dimagsud dengan Yoga dan yang lebih penting mempraktekannya dan merasakan sendiri manfaatnya. Banyak orang selalu memperdebatkan sesuatu, hanya untuk mengklaim bahwa sesuatu itu adalah miliknya atau hanya meributkan benar dan salah dari yang diperebutkan, tanpa memahami, mempraktekan dan merasakan sendiri hasil dari hal yang diributkan itu. Semoga kita bukan orang-orang seperti itu.

Tetap Up to Date Dalam Keterbatasan

BMK Technology

BMK Technology

Pernahkah krama banjar ngerassain akses internet yang terlalu lambat, misal saat krama banjar sedang Online dengan menggunakan BroadBand Access tapi hanya  mendapat GPRS sinyal. Atau memang lagi berada di tempat yang diberikan akses yang sangat terbatas dengan hanya memiliki kecepatan beberapa Kbps? Tidak usah kawatir, berikut ada tips dan trick untuk mengakali situasi seperti itu.

Jaman sekarang sudah banyak service service di internet yang, selain menyediakan regular service, juga menyediakan service untuk mobile device yang tentunya diperuntukan untuk akses mobile via handphone atau yang lain, dan yang pasti data yang dipertukarkan dalam bentuk html lebih sederhana dan ringan ketimbang service reguler. Namun sebenarnya service-service mobile ini pula bisa di akses dari browser di PC/Laptop. Dengan demikian, saat akses internet kita terbatas, kita bisa membuka service-service versi mobile di PC biasa untuk mengurangi data yang ingin kita dowload.

Berikut akan diberikan beberapa contoh service yang  bisa diakses dengan versi mobile
1. m.facebook.com
2. m.friendster.com
3. www.plurk.com/m
4. m.flickr.com
5. mobile.wikipedia.org/
6. mobile.kompas.com/
7.dll

Ok selamat mencoba semoga bisa memberikan informasi tambahan buat Krama Banjar sekalian kapanpun dan dimanapun berada walau dengan keterbatasan.

Green Valentine @Rawamangun

Sabtu 14 Februari 2009, para pemuda Banjar Jakarta Timur menyelenggarakan sebuah acara bertajuk bazzar yang disertai dengan pementasan  band, dalam rangka memeriahkan suasana Hari Kasih Sayang sedunia yang dikenal dengan Valentine Day. Tentu acara ini tidak dilewatkan oleh Krama Banjar Muda Kencana sendiri untuk bertemu, berkumpul dan berbagi rasa, sembari menikmani hidangan khas Bali yang disajikan. Dipimpin oleh Pak Klian  Adi sendiri, bagi beberapa krama malah menjadi Sangkep (red:Kopdar) pertama untuk mengenal wajah-wajah yang selama ini hanya mereka kenal lewat tulisan-tulisan di Balai Banjar BMK (red : Milis dan Web).

Namun selain itu, hal lain yang menarik dari acara ini adalah tema yang di usung oleh rekan-rekan Krama Banjar Jakarta Timur itu sendiri yakni Green Valentine, dengan quote “Care for Love Care for Earth”. Suatu tema yang menurut kami sangatlah menarik melihat keadaan Bumi kita tercinta saat ini. Suatu semangat positive yang ingin disampaikan oleh rekan-rekan karma banjar Jakarta Timur dengan memanfaatkan event Valentine, mengajak semua pemuda Hindu untuk kembali ingat dengan Palemahan mereka. Memaknai cinta tidak hanya sempit hanya sebatas cinta antara 2 insan, tapi jauh lebih luas yaitu mengasihi dan menyayangi Bumi tempat kita memijakan kaki, menghirup udara pagi dan merasakan hangatnya mentari pagi.

Semoga semangat ini juga melekat di benak Krama Banjar Muda Kencana dan seluruh umat manusia, sehingga kita mampu menjadikan “rumah” kita ini jauh lebih indah, menjadikan kita anak-anak yang berbakti pada Hyang Ibu Pertiwi yang telah mendidik dan membesarkan kita, membuatNya tersenyum dan tak menangis lagi. Sekali lagi lets

“Care for Love and Care for Earth”

BMK's Green Valentine Loggo

A Tribute to Swami Vivekananda

swami-vivekananda

Swami Vivekananda merupakan salah satu tokoh pahlawan Hindu modern. Beliau dianggap sebagai rasul Hindu untuk Dunia Barat karena jasanya memperkenalkan Hindu ke Amerika dan Eropa pada abad ke 18. Penampilannya pada Parlemen Agama Agama sedunia di Chicago AS tahun 1893 telah menggugah pandangan Dunia Barat terhadap Agama Hindu. Beliau memperkenalkan Hindu ke Barat melaui pendekatan rasional dan kemanusiaan dengan mengajarkan filosofi Vedanta. Pengetahuan beliau yang luas tentang kebudayaan Barat dan Timur, spiritualitas, kepandaian berbicara, pribadinya yang hangat dan rasa kemanuasiaannya dan wibawanya merupakan hal yang membuat pribadi ini begitu mempesona.

Berikut beberapa kutipan Swami Vivekananda  yang mencerminkan pribadi dan karakternya  selalu memberikan semangat dan inspirasi bagi penulis.

“The greatest sin is to think that you are weak. No one is greater: realize that you are Brahman. Nothing has power except what you give it”

“Stand up, be bold, be strong. Take the whole responsibility on your own shoulders, and know that you are the creator of your own destiny. All the strength and succor you want is within yourselves. Therefore, make your own future.”

“He is an atheist who does not believe in himself. The old religion said that he was an atheist who does not believe in God. The new religion says that he is an atheist who does not believe in himself”

“You cannot believe in God until you believe in yourself”

“All the power is within you; you can do anything and everything. Believe in that; don’t believe that you are weak. Stand up and express the divinity with in you”

“The past was great no doubt, but I sincerely believe that the future will be more glorious still”

“Be A Hero Always Say I HAVE NO FEAR”

“To be good and to do good - that is the whole of religion”

By Litz

Live in my own reality and be awesome instead