Archive for April, 2009
?A New Day Has Come?
Sunday, April 19th, 2009Pilihan Sang Kumbakarna
Tuesday, April 7th, 2009
Kumbakarna
Semeton, masih ingatkah dengan kisah Itihasa Ramayana tentang Sang Kumbakarna? Ia adalah adik dari Dasamuka Rahwana. Dikisahkan ketika Alengka diserang oleh pasukan kera pimpinan Sang Rama memporak-porandakan Alengka. Hanuman telah membakar seluruh Alengka setelah menyampaikan pesan Rama kepada Dewi Shinta. Rahwana kemudian mebangunkan dan meminta bantuan adiknya, Kumbakarna.
Kumbakarna digambarkan sebagai sosok yang besar, menyeramkan dan dalam pewayangan terkadang Ia adalah sosok wayang yang paling besar (ada yang mencapai 1.5 meter). Ketika terbangun dari tidur panjangnya dan mendengar bahwa selama tertidur Ia mendapati negaranya telah hancur oleh pasukan Kera pimpinan Rama.
Kumbakarna adalah sosok bijaksana, nasehat Kumbakarna kepada sang kakak Rahwana tidak digubris sama sekali. Rahwana tetap bersikeras akan melawan Rama meskipun Kumbakarna telah menasehati sang kakak bahwa tidaklah mungkin menang melawan Sang Kemenangan itu sendiri. Karena Rama adalah titisan Wisnu.
Kumbakarna, demi cintanya kepada negara, bersumpah akan melawan dan membela negaranya untuk melawan pasukan pimpinan Rama. Ia berkata bahwa “yang saya bela adalah tumpah darah saya, leluhur saya dan bukan keinginan kakak Rahwana”. Sebelum berperang, Ia sampaikan pesan ini ke Rama bahwa semangat cinta negara lah yang membawanya ke medan tempur. Ia gugur sebagai seorang ksatria. Ia gugur membela negara dan bukan kepentingan sang kakak Rahwana.
Kumbakarna dan Nasionalisme
Semeton, Weda berkata bahwa Weda takut akan kebodohan. Weda menyarankan untuk membaca dan memahami Itihasa Ramayana dan Mahabarata sebelum melanjutkan membaca Weda. Sari dari Itihasa sangatlah luar biasa. Kisah cinta negara dari Kumbakarna diatas adalah contoh perilaku yang mengutamakan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi.
Kumbakarna, hanya tempatnyalah ada di sisi yang buruk tapi hatinya tetap seorang ksatria. The right man at the wrong place. Ungkapan tadi sepertinya terlalu ekstrim untuk melukiskan kepribadian sang Kumbakarna.
Apa yang bisa kita pelajari dari Sang Kumbakarna? Silahkan semeton renungkan soang-soang. Hari Contreng sudah dekat. Pilihlah pemimpin yang Pandita-Giri-Jaya-Nangga-Aji layaknya Pandawa.
Selanjutnya, kisah Sang Wibisana…
?Keong Pengetahuan?
Tuesday, April 7th, 2009Rahajeng Rahina Nyepi
Thursday, April 2nd, 2009
KOSONG



