Archive for the ‘Mind, Body and Soul’ Category

Mengenal Chakra, Mengenal Kemampuan Diri Part 1

Friday, June 11th, 2010

Muladhara Chakra: adalah  Chakra dasar / tulang belakang or known as Kundalini Chakra

Terletak : di dasar tulang belakang di sekitar pleksus coccygeal bawah sakrum


Bumi, identitas fisik, Orientasi untuk mempertahankan hidup
Terletak di dasar tulang punggung, cakra ini membentuk pondasi manusia. Ini merupakan elemen bumi, dan karena itu berhubungan dengan naluri kelangsungan hidup kita, dan kita merasakan landasan dan koneksi ke tubuh kita dan bidang fisik. Idealnya chakra ini membawa kesehatan, kesejahteraan, keamanan, dan keberadaan. Chakra ini juga merupakan kendaraan Metafisika dari Ganesha.


Elemen:
Bumi. Tubuh fisik, kelangsungan hidup, jejak masa lalu

Empat helai Teratai melambangkan Dharma, Artha, Kama dan Moksa


Cara Mengucapkan Aksara OM

Wednesday, May 27th, 2009

Brahman, Atman juga Matahari adalah hubungan antara Nada, Gema dan Aksara Suci. Aksara suci tersebut adalah Om-kara. Menggemakan dan mengucapkan OM disaat sembahyang atau bermeditasi bayangkanlah Jantung anda atau Matahari sebagai OM itu sendiri. Mungkin anda bertanya dalam hati, kenapa membayangkan Jantung atau Matahari?

ini semua karena Brahman atman aikyam, Tuhan dengan atman itu tunggal. Atman adalah penyebab dan pengendali setiap makhluk hidup. Atman yang berada diluar memberi jiwa pada Matahari sekaligus sebagai tempat penampakan wujud-Nya yang semu. Atman yang berada didalam diri setiap makhluk khususnya manusia adalah wujud yang tidak nampak. Wujud ini berupa Atman Nafas yang keluar masuk tubuh melalui pernafasan, Beliau bersemayam didalam Jantung. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Jantung dengan Matahari adalah tunggal. Matahari adalah pusat susunan tata surya dan pusat waktu terbesar untuk pengatur alam semesta (kosmos) dan Jantung adalah pusat waktu berskala kecil yang menentukan hidup mati seseorang ( alam kosmis). Sesungguhnya segala yang ada pada alam kosmos ada pula dialam kosmis. Dengan demikian bagi yang menyadari dirinya bahwa tubuh kecil ini adalah bagian dari tubuh yang besar itu, dan bagi orang yang telah menyadari keadaan tersebut setidaknya mereka mampu memanfatkan yang lebih besar itu untuk keperluan yang positif.

Untuk menggemakan pranawa Om / Ong anda awali dengan menarik nafas (mencari Nada lewat udara ) dan saat menahan nafas diperut, ikutilah dengan sedikit memejamkan mata dan konsentrasikan pikiran pada daerah Dahi (otak besar) kemudian bayangkan bulatan Matahari kecil (Windu))pada tengah otak tepatnya di kelenjar Pineal. Setelah sedikit saja terbayang sekarang anda ikuti dengan pengucapan  suara “O” panjang seperti berbisik, sambil mengucapkan suara “ O “ tuntunlah dengan pikiran bayangan tadi menuju daerah Ajna (diantara kedua alis), rasakan kecepatan getarannya, dari titik Ajna menyebar kesamping kanan-kiri agak naik menuju ujung luar kedua alis / pelipis membentuk Arda-Chandra (bulan sabit), setelah dirasa sampai pada ke dua pelipis tariklah kembali menuju titik tengah namun agak dibawah (pangkal hidung atas) selanjutnya cepatlah bawa turunmelalui hidung dan niatkan memasuki pangkal lidah langsung ke ujung lidah, begitu sampai di ujung lidah tutuplah bibir dengan Aksara “M” secara pelan, sehingga Aksara “O” yang diucapkan panjang tadi menggetarkan “M” dan terdengarlah gema Ooommmngng. Gema yang digetarkan tadi apabila sesuai dengan resonansi getaran kelenjar Pineal Anda (setiap orang berbeda) maka gema tersebut akan kembali terdengar dan terasa menggetarkan kelenjar Pineal anda seperti dengungan travo neon listrik, kemudian keluar melalui ke dua telinga menuju ke atas dan menyatu di ubun-ubun. Bila telah dirasakan hal seperti ini, berarti anda telah mampu menguasai gema Om yang nantinya dapat digunakan untuk keperluan permohonan kepada Tuhan atau kedua mantra Suci diatas lebih bertujuan untuk menyatukan diri dengan Atman ataupun Brahman sehingga anda lebih meyakini adanya Atman / Roh ataupun Brahman / Tuhan Yang Maha Esa.

sumber :
ww.tejasurya.com

The God Within

Tuesday, May 5th, 2009

God is never an object of isolation but the very core of your being. The difference between Self and God is just like the wave and the ocean. Can there be a wave without the ocean?

Who are you? Do you know about yourself? Find out about yourself first. If you think you are just the body, that is not possible because the body has its limitations. If you think that you are the mind then that is also not possible because the mind too has its limitations. It is just another layer of our existence. If you know that you are Silence or that you are Space, then it is possible God is also space.

Just like your body is made up of proteins, amino acids and carbohydrates, your mind and soul are made up of love. You are made up of love. Everyone is full of love and love is God. So you are made up of God! Every little atom of your body is made up of love and that is what is God. Do not think God is sitting somewhere in heaven. God is here and now!

God is not somebody with a big white beard, sitting in heaven. God is love. He is space. When you are meditating, when you feel at peace, at home with everyone, you are in touch with the Divine force. Can you live without love? In the Upanishads, it is said kham kham brahma – the space is God, in which every thing is and into which everything dissolves.

What is not God? What is the definition of God, if at all there is one? You describe it as that which is everywhere; which is all-powerful, which is responsible for this creation, for its maintenance, and for its dissolution; which is Omnipresent, Omnipotent, and Omniscient. You say, “I want to see God”. When you want to see God as something, as an object, then it is not everywhere. Then you are not God. This wanting to see God as separate from you is also an illusion. God is not an object of senses, but the feeling of feelings, the presence of presence, the sound of silence, the light of life, the essence of the world and the taste of bliss.

Just as love is felt in the heart, so is God’s presence felt. God is never an object of isolation. God is the sum totality. When you dissolve, God remains. When you are there, there is no God. Either you can be there, or God can be there, not both. So when you meditate, you become one with God. You are God. That is why it is said, Tat tvam asi, meaning, ‘Thou art that.’

God is to be felt in the depth of your heart. God can neither be perceived through your senses nor through the mind. God is the seer himself. Who sees? That is God. Space is God. Space is everywhere, and everything is in space. Nothing can touch space. Nothing can destroy space. And you cannot see space as a separate object.

There are three types of space: Bhuta Aakash: Outer space in which all this universe exists, Chitta Aakash: The world of impressions, thoughts, and dreams that exist in your mind, and Chida Akaash: The sky of consciousness that is all permeating, everywhere; the consciousness, the basis of all creation, that is Divine – that which knows all.

You cannot make God an object of your sight. If you make it that, then it is no more God. You can live God, can be God, but you cannot consider God as an object which gives you the path.

The whole existence has a mind of its own. It is just like you. You have a mind and it has such intelligence, that’s why it keeps everything orderly. Similarly, this moment is seen by this big mind. This moment knows exactly what to do. There are so many activities happening in the whole creation. Right now, some people are sleeping, some are waking, some activity or the other is happening in the whole world. Right now enormous activity is happening in the mind, in the present. In the Now! This mind is what you can call Atma or God and that is what you are.

The one beyond the Self is God. First one needs to reach the Self at least. The difference between Self and God is just like the Wave and the Ocean. Can there be a wave without the ocean?

GOD is the Generator, Operator and Destroyer (Brahma, Vishnu and Maheshwara). The present moment has generated; the present moment is operating; and the present moment destroyed the past. So you are in God and God is in you. There is a place for everybody in the heart of the Divine.

The mind is so used to looking to the concrete and promises that it cannot appreciate something abstract. Then the mind needs promises. When you love somebody, you want a promise from them that they really love you. That is why Jesus says, “I am partially exposed so you will know what I’m saying to you. You just know me partially, and there is a big part of me that you do not know.”

If you are inside the house, the doors do not mean much to you. You do not need the door to be closed or open when you are already inside the house or inside the room. When you are not inside the room, you need the door to be opened. Jesus said, “You have burned enough in the sun, in the heat. You have roamed all over the place. Just come inside; this room is ready for you.” This is the confidence that a master gives you.

You do not believe what you do not know. You say that you do not believe in God. God is the very core of your being. Like an onion, if you start peeling the layers one by one, when you reach the center, there is nothing. Everything is made up of that space. The whole is God, everything is God and that consciousness is present everywhere. I am present here, I am present there, I am present everywhere. That being, that space, the very consciousness is what people have called God because it is present everywhere at all times. It is to that omnipresence, that omnipotence that all the different names have been given.

You can look at it this way. In the body there are many cells and each of them has its own life. New cells are coming up and old cells are dying but they have no knowledge of you. Yet, these cells are affected by you and you are affected by a single cell. In the same way, know that the big life and the big mind, which encompasses all our minds and all our lives, is what we can give the name – God. It is useless to find a meaning. A flower blooms. What is the purpose of beauty? You may say that it is to enjoy. What is the purpose of joy? There is no purpose to joy, it is an end in itself.

Life, when it is lived in its totality, is an end in itself and a beginning in itself. Love, joy, beauty, all that is precious and valuable in life, are really beyond value, beyond meaning, beyond purpose.

from http://www.srisri.org/god_within.html

Yoga

Wednesday, March 4th, 2009
Yoga

Yoga

“Bagaikan bulan dalam tempayan air. Seperti itulah Tuhan menampakkan dirinya kepada orang yang melakukan Yoga.” (Paramhansa Yogananda)

Kata Yoga berasal dari bahasa Sansekerta “Yuj” yang artinya “mempersatukan” yaitu penyatuan antara Atman ( body, mind, and spirit ) and Brahman ( the intelligent cosmic ). Dari pengertian itu bisa disimpulkan Yoga adalah usaha yang kira lakukan untuk menyatukan diri dengan Hyang Widhi. Pernyataan ini bukan berarti “penyatuan” Tuhan dan manusia secara fisik, namun kesadaran. Sebenarnya bukannya Tuhan yang terpisah dari manusia, tapi manusialah yang memisahkan diri. Ketidaktahuan (avidya) yang menjadi sebab terjadinya pemisahan antara manusia dan Tuhan. Jenis penyatuan ini sulit untuk diwujudkan. Namun, tiap usaha walaupun kecil tetap ada manfaatnya. Penyatuan ini seperti sungai menuju ke samudra yang kemudian lenyap meninggalkan nama dan bentuknya.  Yoga juga merupakan explorasi terhadap diri sendiri, sehingga dapat memaksimalkan segenap potensi diri yang belum dikenali, yang sebetulanya sangat luar biasa. Yoga menuntut pengalaman langsung. Tidak hanya berkutat pada pengetahuan saja, sebagaimana kaum cendekiawan, berolah pikir dan berdebat tentang Tuhan, alam dan manusia, tapi tidak pernah sampai pada pengalaman yang lebih jauh tentang alam, manusia, dan Tuhan.

Banyak yang mengira Yoga hanyalah olah tubuh dalam bentuk yang menyerupai senam ( Jenis Hatta Yoga), tapi sebenarnya ada beberapa jenis Yoga yang bisa dipraktekan dalam mencapai “Penyatuan” tadi. Secara garis besar dapat dibedakan dalam empat macam, yaitu Bhakti Yoga, Jnana Yoga, Karma Yoga, dan Raja Yoga. Adapun Mantra Yoga, Japa Yoga, Hatha Yoga, Kundalini Yoga, dll. dikatagorikan sebagai Yoga hasil dari pengembangan. Namun semua perbedaan terjadi hanya pada penekanannya saja, adapun tujuannya sama.

Jnana Yoga, merupakan yoga yang dilakukan dengan penekanan pengetahuan. Praktisi yoga ini beranggapan bahwa kebodohan (avidya) merupakan penyebab utama terjadinya kesalahan dan kelalaian. Terhapusnya kebodohan, maka terhapus pula kemiskinan, ketidakadilan, kesewenangan, serta kerusakan alam semesta. Dengan demikian semakin damai dunia. Semua itu dikarenakan manusia tahu akan hakekat dirinya. Manusia yang tahu hakekat dirinya, maka dia akan tahu hakekat Tuhannya.

Karma Yoga, merupakan yoga yang dilakukan penekanan pada tindakan. Para praktisinya selalu memperhatikan segala sesuatu yang diperbuatnya, sehingga tidak menimbulkan karma yang membawa pada penderitaan. Para praktisinya tidak pernah mengeluh menghadapi masalah kehidupan. Semua masalah dipandang merupakan akibat dari karma yang telah dibuatnya, maka harus diterima dan dihadapi sebagai pendidikan dan kasih sayang Ilahi.

Ada praktisi Yoga yang menyatakan “Orang yang berbahagia adalah orang yang mampu melampaui Karma”, magsudnya adalah orang yang sudah tidak terpengaruh lagi dari akibat yang timbul dari karma, baik itu akibat dari karma buruk (penderitaan) maupun karma (kesenangan) yang telah dipebuatnya. Semua akibat itu (baik dan buruk) diterima apa adanya.

Konsep ini banyak disalah-pahami sebagai konsep hidup pasif, padahal konsep ini justru membawa manusia menjadi aktif dalam menghadapi kehidupan. Karma Yoga mengajarkan pada manusia untuk menghadapi dan menyelesaikan persoalan, bukan melarikan diri dari persoalan. Praktisi Karma Yoga tidak pernah melarikan diri dari masalah. Melarikan diri bukan solusi, tapi justru menimbun masalah dan membuat masalah baru. Masalah tidak akan pernah hilang, yang ada hanyalah penundaan dan penumpukan. Untuk menyelesaikannya, mau ataupun tidak, suka ataupun terpaksa, semua harus dihadapi.

Entah kapan, yang jelas semua persoalan perlu penyelesaian. Banyak penderita stress, bahkan yang bunuh diri, dikarenakan tidak mau menerima suatu persoalan sebagai kenyataan dan menyelesaikannya, kemudian melarikan diri tanpa mau menghadapi dan menyelesaikannya.

Bhakti Yoga, merupakan yoga yang dilakukan dengan penekanan pada bakti kepada Tuhan, yaitu melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Tuhan. Semuanya dilakukan dengan cinta tanpa memiliki pamrih apa pun (termasuk ingin masuk sorga). Kecintaan praktisi Bhakti bermakna luas. Bukan hanya pada Tuhan, namun juga pada semua ciptaanNYA. Mencintai ciptaan merupakan manifestasi dari mencintai Sang Pencipta itu sendiri. Cinta seorang Bhakta tidak membeda-bedakan ras, suku, bangsa, dan Agama. Tidak membenci yang miskin maupun yang kaya, yang indah maupun yang buruk, yang pintar maupun yang bodoh, yang beriman maupun yang kafir.

Raja Yoga, merupakan yoga yang dilakukan dengan menekankan pada pengendalian pikiran. Dengan mengendalikan pikiran, maka terkendali pula semua indra-indra manusia. Hasil dari semua itu disebut Moksatam Jagat Hita(Hd), Pencerahan (Bd), Manunggaling Kawula Gusti (Jw.). Makrifatullah (Is.). Apapun namanya, bukan suatu masalah yang patut diperdebatkan. Yang terpenting adalah hasil yang sama. Bagi praktisi Raja Yoga, praktek Hatha, Japa, Mantra, Kundalini, dsb. bukanlah sesuatu yang terpisah.

-dari berbagai sumber-

Untuk itu dengan tulisan ini diharapkan Krame Banjar memahami apa yang dimagsud dengan Yoga dan yang lebih penting mempraktekannya dan merasakan sendiri manfaatnya. Banyak orang selalu memperdebatkan sesuatu, hanya untuk mengklaim bahwa sesuatu itu adalah miliknya atau hanya meributkan benar dan salah dari yang diperebutkan, tanpa memahami, mempraktekan dan merasakan sendiri hasil dari hal yang diributkan itu. Semoga kita bukan orang-orang seperti itu.

Yoga dengan Tangan

Thursday, February 12th, 2009

Sehat di tangan anda: 7 Mudra bagi manfaat kesehatan

Mudra sangat kuat. Jika anda mempraktekkan mudra ini secara teratur, anda akan mendapatkan manfaat kesehatan yang mengagumkan.
1. Gyan Mudra (Mudra Pengetahuan):

Metode:
Sentuh ujung ibu jari pada ujung telunjuk, dan tiga jari lain lurus keatas.
Kekhususan:
Karena ini adalah Mudra pengetahuan, dia meningkatkan pengetahuan. Ujung ibu jari memiliki pusat kelenjar Pituitari dan Endokrin.
Ketika kita menekan pusat ini dengan jari telunjuk maka kedua kelenjar bekerja aktif.
Durasi:
Tidak ada durasi khusus untuk Mudra ini. Anda dapat mempraktekkan dengan duduk, berdiri atau berbaring ditempat tidur dimanapun dan kapan ada waktu.
Manfaat:
O Meningkatkan kekuatan ingatan dan mempertajam otak.
O Meningkatkan konsentasi dan mencegah Insomnia
O Jika dipraktekkan teratur, dia akan menyembuhkan semua gangguan psikologi seperti gangguan mental, histeria, marah dan depresi.

2. Prithvi Mudra (Mudra Bumi):

Metode:
Ujung jari manis menyentuh ujung ibu jari dan ketiga jari yang lain lurus keatas.
Kekhususan:
Mengurangi semua kelemahan fisik.
Durasi:
Tidak ada durasi tertentu. Anda dapat mempraktekkan kapanpun.

Manfaat:
O Membantu meningkatkan berat badan orang lemah.
O Meningkatkan rona kulit dan membuat kulit lebih bersinar
O Membuat badan lebih aktif dengan menjaganya selalu sehat.

3. Varuna Mudra (Mudra Air):

Metode:
Ujung jari kelingking menyentuh ujung ibu jari dengan ketiga jari yang lain lurus keatas.
Kekhususan:
Menyeimbangkan kandungan air dan mencegah penyakit karena kekurangan air.
Durasi:
Tidak ada durasi khusus dan dapat dipraktekkan kapanpun.
Manfaatnya:
O Mempertahankan kejernihan darah dengan menyeimbangkan kandungan air dalam badan.
O Mencegah penyakit Gastroenteritis (pencernaan) dan pengerutan otot.

4. Vayu Mudra (Mudra Udara):

Metode:
Letakkan jari telunjuk dibawah ibu jari dan tekanlah dengan ibu jari sementara tiga jari lain lurus.
Kekhususan:
Mencegah semua penyakit karena ketidak seimbangan udara.
Durasi:
Mempraktekkan mudra ini 45 menit dapat mengurangi kadar penyakit dalam 12 hingga 24 jam.
Agar optimal praktekkan selama 2 bulan
Manfaat:
O Mengobati Rematik, Artritis, Asam Urat, penyakit Parkinson dan kelumpuhan tanpa obat.
O Sangat bermanfaat untuk leher rahim, kelumpuhan wajah dan sakit saraf dileher.
O Memperbaiki kgangguan gas dalam perut.

5. Shunya Mudra (Mudra Kehampaan):

Metode:
Tekan jari tengah pada puncak venus dan tekan dengan ibu jari.
Kekhususan:
Meningkatkan vitalitas badan.
Durasi:
Anda dapat mempraktekkan 40 – 60 menit hingga sembuh dari penyakit
Manfaat:
O Menghilangkan rasa sakit dalam telinga dalam waktu 4 atau 5 menit
O Sangat bermanfaat untuk tuna rungu dan sakit mental tapi yang bukan bawaan lahir.

6. Surya Mudra (Mudra Matahari):

Metode:
Lengkungkan jari manis dan tekan dengan ibu jari.
Kekhususan:
Meningkatkan kerja kelenjar tiroid/gondok.
Durasi:
Praktekkan setiap hari dua kali selama 5 – 15 menit.
Manfaat:
O Mengurangi kolesterol dalam badan dan mengurangi berat badan.
O Mengurangi kegelisahan
O Menyembuhkan masalah pencernaan

7. Prana Mudra (Mudra Kehidupan):

Metode:
Lengkungkan jari manis dan kelingking dan sentuh ujung ibu jari sementara jaga kedua jari yang lain
lurus.
Kekhususan:
Sebagi Mudra Kehidupan, dia meningkatkan vitalitas hidup. Manusia lemah menjadi kuat. Mengurangi penyempitan dalam pembuluh darah. Jika dipraktekkan teratur kita menjadi lebih aktif.
Durasi:
Tidak ada durasi waktu khusus. Dapat dipraktekkan setiap saat.
Manfaat:
O Meningkatkan kekebalan.
O Meningkatkan kekuatan mata dan mengurangi penyakit berkaitan mata.
O Menghilangkan kekurangan vitamin dan kelelahan

8. Apana Mudra (Mudra Pencernaan):

Metode:
Ujung jari tengah dan jari manis menyentuh ujung ibu jari sementara dua jari yang lain lurus.
Kekhususan:
Memainkan peranan penting dalam kesehatan badan karena mengatur sistim pembuangan
Durasi:
Praktekkan setiap hari selama 45 menit, lebih lama akan memberikan manfaat lebih besar.
Manfaat:
O Mengatur kadar gula darah pada penderita diabetes
O Mengobati konstipasi
O Membantu mengeluarkan kotoran normal secara reguler.

9. Apana Vayu Mudra (Mudra Jantung):

Metode:
Ujung jari tengah dan jari manis menyentuh ujung ibu jari sementara telunjuk menyentuh dasar ibu jari dan kelingking lurus keatas.
Kekhususan:
Memberikan manfaat pada jantung. Bekerja seperti suntikan dalam mengurangi serangan jantung. Sekuat tablet sorbitate. Mengurangi kandungan gas dalam badan.
Durasi:
Praktekkan sesering mungkin. Penderita jantung dan tekanan darah tinggi dapat mempraktekkan selama 15 menit dua kali sehari untuk hasil yang optimal.
Manfaat:
O Memperkuat jantung dan mengatur denyut jantung.
O Mengatur sistim pembuangan
O Mengurangi masalah gastritis

10. Linga Mudra (Mudra Panas):

Metode:
Kaitkan jari jari kedua tangan dan pertahankan ibu jari tangan kiri lurus keatas dan lingkari dengan ibu jari dan telunjuk tangan kanan.
Kekhususan:
Meningkatkan panas dalam badan. Untuk hasil yang optimal minum susu, ghee (mentega murni), lebih banyak air dan jus buah selain mempraktekkan Mudra ini.
Durasi:
Praktekkan kapanpun anda ingin tapi jangan telalu sering karena memproduksi panas dalam badan. Bahkan dimusim dingin dapat menyebabkan berkeringat jika dilakukan cukup lama.
Manfaat:
O Menghentikan produksi riak dan memberikan tenaga kepada paru paru.
O Mengobati flu yang parah dan infeksi paru paru.
O Menyegarkan badan.

Source: vasai.wordpress.com

Switch to our mobile site