Yoga

Yoga

Yoga

“Bagaikan bulan dalam tempayan air. Seperti itulah Tuhan menampakkan dirinya kepada orang yang melakukan Yoga.” (Paramhansa Yogananda)

Kata Yoga berasal dari bahasa Sansekerta “Yuj” yang artinya “mempersatukan” yaitu penyatuan antara Atman ( body, mind, and spirit ) and Brahman ( the intelligent cosmic ). Dari pengertian itu bisa disimpulkan Yoga adalah usaha yang kira lakukan untuk menyatukan diri dengan Hyang Widhi. Pernyataan ini bukan berarti “penyatuan” Tuhan dan manusia secara fisik, namun kesadaran. Sebenarnya bukannya Tuhan yang terpisah dari manusia, tapi manusialah yang memisahkan diri. Ketidaktahuan (avidya) yang menjadi sebab terjadinya pemisahan antara manusia dan Tuhan. Jenis penyatuan ini sulit untuk diwujudkan. Namun, tiap usaha walaupun kecil tetap ada manfaatnya. Penyatuan ini seperti sungai menuju ke samudra yang kemudian lenyap meninggalkan nama dan bentuknya.  Yoga juga merupakan explorasi terhadap diri sendiri, sehingga dapat memaksimalkan segenap potensi diri yang belum dikenali, yang sebetulanya sangat luar biasa. Yoga menuntut pengalaman langsung. Tidak hanya berkutat pada pengetahuan saja, sebagaimana kaum cendekiawan, berolah pikir dan berdebat tentang Tuhan, alam dan manusia, tapi tidak pernah sampai pada pengalaman yang lebih jauh tentang alam, manusia, dan Tuhan.

Banyak yang mengira Yoga hanyalah olah tubuh dalam bentuk yang menyerupai senam ( Jenis Hatta Yoga), tapi sebenarnya ada beberapa jenis Yoga yang bisa dipraktekan dalam mencapai “Penyatuan” tadi. Secara garis besar dapat dibedakan dalam empat macam, yaitu Bhakti Yoga, Jnana Yoga, Karma Yoga, dan Raja Yoga. Adapun Mantra Yoga, Japa Yoga, Hatha Yoga, Kundalini Yoga, dll. dikatagorikan sebagai Yoga hasil dari pengembangan. Namun semua perbedaan terjadi hanya pada penekanannya saja, adapun tujuannya sama.

Jnana Yoga, merupakan yoga yang dilakukan dengan penekanan pengetahuan. Praktisi yoga ini beranggapan bahwa kebodohan (avidya) merupakan penyebab utama terjadinya kesalahan dan kelalaian. Terhapusnya kebodohan, maka terhapus pula kemiskinan, ketidakadilan, kesewenangan, serta kerusakan alam semesta. Dengan demikian semakin damai dunia. Semua itu dikarenakan manusia tahu akan hakekat dirinya. Manusia yang tahu hakekat dirinya, maka dia akan tahu hakekat Tuhannya.

Karma Yoga, merupakan yoga yang dilakukan penekanan pada tindakan. Para praktisinya selalu memperhatikan segala sesuatu yang diperbuatnya, sehingga tidak menimbulkan karma yang membawa pada penderitaan. Para praktisinya tidak pernah mengeluh menghadapi masalah kehidupan. Semua masalah dipandang merupakan akibat dari karma yang telah dibuatnya, maka harus diterima dan dihadapi sebagai pendidikan dan kasih sayang Ilahi.

Ada praktisi Yoga yang menyatakan “Orang yang berbahagia adalah orang yang mampu melampaui Karma”, magsudnya adalah orang yang sudah tidak terpengaruh lagi dari akibat yang timbul dari karma, baik itu akibat dari karma buruk (penderitaan) maupun karma (kesenangan) yang telah dipebuatnya. Semua akibat itu (baik dan buruk) diterima apa adanya.

Konsep ini banyak disalah-pahami sebagai konsep hidup pasif, padahal konsep ini justru membawa manusia menjadi aktif dalam menghadapi kehidupan. Karma Yoga mengajarkan pada manusia untuk menghadapi dan menyelesaikan persoalan, bukan melarikan diri dari persoalan. Praktisi Karma Yoga tidak pernah melarikan diri dari masalah. Melarikan diri bukan solusi, tapi justru menimbun masalah dan membuat masalah baru. Masalah tidak akan pernah hilang, yang ada hanyalah penundaan dan penumpukan. Untuk menyelesaikannya, mau ataupun tidak, suka ataupun terpaksa, semua harus dihadapi.

Entah kapan, yang jelas semua persoalan perlu penyelesaian. Banyak penderita stress, bahkan yang bunuh diri, dikarenakan tidak mau menerima suatu persoalan sebagai kenyataan dan menyelesaikannya, kemudian melarikan diri tanpa mau menghadapi dan menyelesaikannya.

Bhakti Yoga, merupakan yoga yang dilakukan dengan penekanan pada bakti kepada Tuhan, yaitu melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Tuhan. Semuanya dilakukan dengan cinta tanpa memiliki pamrih apa pun (termasuk ingin masuk sorga). Kecintaan praktisi Bhakti bermakna luas. Bukan hanya pada Tuhan, namun juga pada semua ciptaanNYA. Mencintai ciptaan merupakan manifestasi dari mencintai Sang Pencipta itu sendiri. Cinta seorang Bhakta tidak membeda-bedakan ras, suku, bangsa, dan Agama. Tidak membenci yang miskin maupun yang kaya, yang indah maupun yang buruk, yang pintar maupun yang bodoh, yang beriman maupun yang kafir.

Raja Yoga, merupakan yoga yang dilakukan dengan menekankan pada pengendalian pikiran. Dengan mengendalikan pikiran, maka terkendali pula semua indra-indra manusia. Hasil dari semua itu disebut Moksatam Jagat Hita(Hd), Pencerahan (Bd), Manunggaling Kawula Gusti (Jw.). Makrifatullah (Is.). Apapun namanya, bukan suatu masalah yang patut diperdebatkan. Yang terpenting adalah hasil yang sama. Bagi praktisi Raja Yoga, praktek Hatha, Japa, Mantra, Kundalini, dsb. bukanlah sesuatu yang terpisah.

-dari berbagai sumber-

Untuk itu dengan tulisan ini diharapkan Krame Banjar memahami apa yang dimagsud dengan Yoga dan yang lebih penting mempraktekannya dan merasakan sendiri manfaatnya. Banyak orang selalu memperdebatkan sesuatu, hanya untuk mengklaim bahwa sesuatu itu adalah miliknya atau hanya meributkan benar dan salah dari yang diperebutkan, tanpa memahami, mempraktekan dan merasakan sendiri hasil dari hal yang diributkan itu. Semoga kita bukan orang-orang seperti itu.

2 Responses to “Yoga”

  1. Error: Unable to create directory /home/banjarmu/public_html/wp-content/uploads/2010/09. Is its parent directory writable by the server?

    adi saputra

    selama ini, yoga mungkin lebih banyak diasosiasikan kepada bentuk raja yoga, padahal ternyata banyak bentuk yoga yang lain…

    apa hanya dengan raja yoga manusia bisa mencapai moksa ??
    apa bentuk yoga yang lain tidak memungkinkan manusia mencapai hal itu ??

    mohon pencerahannya…

  2. Error: Unable to create directory /home/banjarmu/public_html/wp-content/uploads/2010/09. Is its parent directory writable by the server?

    sinoman

    orang malah lebih mengenal hatta yoga di, yang mengatur pernafasan dan olah tubuh. arang ada yang memahami Yoga2 yang lain.

    Tapi intinya sama tujuannya juga sama, gak cuma Raja Yoga yang akan mengantarkan kita pada Kebahagiaan yang sejati, semua juga bisa.
    Misal Bhakti Yoga seperti yang diterapkan leluhur2 kita di Bali

Leave a Reply




Switch to our mobile site